Articles View Hits
8425

We have 14 guests and no members online

STATISTIK

014582
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
14
73
193
14104
1060
314
14582

Your IP: 103.12.164.2
2019-10-17 00:22

Walikota Akan Bantu Perjuangkan Nasib Nelayan Kota Tegal

TEGAL- Dampak pelarangan alat tangkap cantrang yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 02/PERMEN/KP/2015 membuat nelayan di Kota Tegal menjadi resah terkait kelangsungan sumber mata pencaharian mereka sebagai nelayan yang selama ini menggunakan alat tangkat cantrang dalam aktifitasnya melaut.

Kepada Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno Persatuan Nelayan Kota Tegal (PNKT) meminta dukungan penuh agar nasib nelayan di Kota Tegal diperjuangkan nasibnya. Hal itu diungkapkan Ketua PNKT Kota Tegal Eko Susanto saat audiensi dengan Walikota Tegal. Senin (7/11).

 

Dikatakan Eko jika pelarangan itu tetap dilakukan maka dampak yang akan dirasakan adalah pengangguran yang akan mencapai 50.000 orang yang terdiri dari nelayan, pengusaha fillet, pekerja fillet, pekerja bongkar muat di Kota Tegal dan sekitarnya. “Selain kepada Walikota Tegal PNKT juga telah menyampaikan hal serupa kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo namun tidak membuahkan hasil”. Ucap Eko.

PNKT berharap ada solusi dari pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang. PNKT juga berharap pemerintah pusat untuk mengevaluasi dampak yang akan terjadi jika peraturan itu tetap dilaksanakan. “Kalaupun akan tetap dilaksanakan dijelaskan eko minimal tidak langsung dilaksanakan dalam waktu dekat tetapi ditunda sampai tiga tahun lagi agar nelayan dapat mengurus ijin untuk alat tangkap penggantinya”.Pungkasnya.

Sementara itu Wakil Ketua PNKT sekaligus Anggota DPRD Kota Tegal Susanto Agus Priyanto, SH.MH mengatakan alat tangkap cantrang saat ini mendominasi sampai dengan 80 % digunakan oleh nelayan Kota Tegal. Karena sudah hampir 31 tahun digunakan oleh nelayan Kota Tegal Agus berharap walikota dapat membantu dan memberikan solusi permasalahan ini.

Terkait dampak kerusakan ekosistem di laut, Agus membantah cantrang dapat merusak karang, pihaknya menjelaskan bahwa jika menyentuh karang jaring cantrang justru akan rusak. “Selain itu prioritas penggunaan cantrang saat ini adalah untuk menangkap cumi yang hidup tidak didasar laut, namun di bagian tengah sehingga prosentase cantrang menyentuh karang sangat kecil”.Imbuhnya.

Menanggapi hal itu Walikota Tegal mengatakan peraturan yang dibuat Pemerintah Pusat tentu harus diikuti Pemerintah Daerah. Namun walikota mengatakan tetap akan mengupayakan komunikasi dengan pemerintah pusat.

Kepada PNKT Walikota juga meminta kajian tentang dampak sosial ekonomi yang akan muncul jika peraturan itu tetap dilaksanakan diserahkan kepada pihaknya. Selain itu kajian ilmiah terkait dampak kerusakan ekosistem oleh universitas juga diserahkan. Hal ini diungkapkan walikota sebagai bahan untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintah pusat.

 

Walikota mengatakan akan menelaah permasalahan ini, bahkan walikota meminta agar dijadwalkan untuk melihat langsung kelapangan proses penangkapan ikan menggunakan cantrang. “Saya berharap agar keresahan nelayan Kota Tegal terkait pelarangan penggunaan cantrang sekarang ini tidak sampai menimbulkan gejolak di masyarakat”. Pungkasnya.